ISRSF Terpanggil Hadirkan Kembali Peneliti Berkualitas Indonesia Yang Diakui Dunia

Posted: 24-06-2019 | ISRSF
Category: media


Lensautama.com | Yayasan Beasiswa dan Dukungan Penelitian Indonesia (ISRSF), tengah mempersiapkan Lulusan Perdananya pada tahun ini. Dimulai pada tahun 2012 lalu ISRSF mengirimkan mahasiswa untuk program Doktoral (S3) ke Northwestern University, USA. Melalui program One Year Plus Six Year, yayasan ini mempunyai 3 fase (tahapan) dalam mempersiapkan tenaga PhD unggulan dari Indonesia.

Rekruitment mahasiswa tersebut merupakan tahapan awal, dimana setelah memiliki para lulusan berkualitas, baru dilanjutkan tahap kedua dengan mendirikan School of Public Policy and Social Science dalam lima tahun kedepan.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang pendiri Yayasan ISRSF, Prof. Jeffrey Winters yang mengatakan bahwa tahun ini yayasannya tengah mempersiapkan kelulusan satu dari tiga orang mahasiswa angkatan pertama, yang sedang mempersiapkan Post-Doctoralnya.

“Program ini diharapkan dapat memberikan pembaharuan untuk Indonesia dalam kurun waktu satu dekade kedepan. Karena harapannya para Arryman Scholars akan memberikan pemikiran dan ilmunya baik secara langsung maupun melalui mahasiswa yang dibimbingnya, sehingga proses perubahan ini dapat terus bergulir,” demikian penjelasan Jeffrey saat ditemui dalam acara The 2019 Arryman Symposium 7th Annual Event, Jumat (21/06/2019) di Sequis Center, Jakarta.

Pemerhati politik, Pengusaha, Mahasiswa, Akademisi dan Peneliti hadir pada acara tahunan ke-tujuh Arryman Symposium yang diadakan oleh Yayasan Beasiswa dan Dukungan Penelitian Indonesia (ISRSF). Symposium ini diadakan setiap tahun sebagai suatu kesempatan untuk memaparkan hasil riset dan kerja keras Arryman Fellows yang telah belajar selama satu tahun di Northwestern University, USA.

Tahun ini, 3 mahasiswa doktoral akan memaparkan makalahnya dengan fokus pada:

  1. Febi Rizki Ramadhan, “The Conspicuous Face of Punishment: Spectatorship and Public Governance in Public Caning in Aceh, Indonesia” (Hukum Cambuk di Aceh)

Discussant: Rhino Ariefiansyah, Faculty of Anthropology, University of Indonesia

  1. Atmaezer H. Simanjuntak, “Making God and the Devil: Commodity Fetishism and Capitalist Desire in a West Kalimantan Palm Oil Plantation”

Discussant: Rudy G. Erwinsyah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI

  1. Eunike G. Setiadarma, “Cultivating Pembangunan: Rice and the Intellectual History of Agricultural Development in Indonesia, 1945 – 65”

Discussant: Gani Ahmad Jaelani, Faculty of History and Filologi, Padjajaran University

Sebagai Yayasan Pendidikan yang masih relatif muda (7 tahun) yang mendapat bantuan dari beberapa perusahaan swasta Indonesia, pencapaian rencana diatas target sangat dibanggakan. Saat ini ISRSF telah mengirimkan 24 Mahasiswa/I Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Doktoral mereka di Northwestern University, USA yang masuk dalam 15 universitas terbaik di Dunia. Prestasi mahasiswa/I Indonesia ini pun di Kampus sangat cemerlang dan diakui oleh Profesor di Fakultas mereka. Hasil riset dan pemikiran mereka diakui dan sering diundang di berbagai konferensi di Eropa, America, Asia, beberapa penghargaan juga dicapai oleh anak Indonesia yang sering menyebut dirinya The Arryman.

Tahun ini, angkatan pertama yang telah menyelesaikan 7 tahun masa belajar di USA akan pulang ke Indonesia dan mulai menulis untuk Post-Doctoral. Oleh karenanya di tahun ini untuk lima tahun ke depan ISRSF akan memasuki phase pendirian School of Public Policy and Social Science.

Secara jumlah penerima Beasiswa mungkin masih dirasakan sedikit disbanding Yayasan lain, tetapi membanggakan untuk melihat Kesuksesan Putra/I Indonesia yang dibiayai oleh Perusahaan Asli Indonesia dengan tujuan memajukan Indonesia di masa yang akan datang.

Sumber : Lensa Utama.com
URL : https://lensautama.com/2019/06/isrsf-terpanggil-hadirkan-kembali-peneliti-berkualitas-indonesia-yang-diakui-dunia/